Oleh Rahmadan
Sederet nama tokoh masyarakat Sultra telah "mengibarkan" bendera perang berebut kursi kepala daearah (Kada). Baru-baru ini, tujuh kabupaten di Sultra telah menggelar Pilkada serentak. Ada empat pemimpin baru resmi dilantik, Koltim, Konsel, Konkep, Butur. Tersisa tiga kabupaten. Konut, Wakatobi tinggal menunggu kapan pelantikan. Sedangkan, Muna harus menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) di tiga Tempat Pemungutan Suara (TPS). Begitu ruwetnya menuju kursi Kada.
Di Konsel, Gubernur Sultra, H.Nur Alam menolak untuk melantik duet
Surunuddin-Arsalim yang memperoleh suara terbanyak. Alhasil, mereka
harus "Silaturahmi" kepada Mendagri agar mendapat pengakuan. Publik pun
terkejut karena tanpa restu gubernur namun mereka tetap dilantik. Cukup
mencengangkan. Aneh tapi terjadi. Luar biasa karena dilantik di luar
daerah.
Entah apa yang dirasakan gubernur dua periode sekarang ini. Di Muna, pasangan berakronim "Dokter Pilihanku" tidak begitu mudah menyisihkan rivalnya. Pasangan nomor tiga itu harus kembali memutar otak, meramu strategi agar mendulang suara terbanyak.
Tapi pasangan "Rumah Kita" tidak akan tinggal diam. Apalagi Ketua Golkar Sultra, Ridwan Bae berbalik arah. Partai berlambang pohon beringin itu memang mendukung "Dokter Pilihanku". Tapi langkah politik Ridwan memang selalu mengejutkan. Kepada surat kabar, anggota DPR RI itu angkat "bendera perang" melawan partainya sendiri.
Ia eks bupati Muna dua periode, tentu masih memiliki masa yang dapat diarahkan untuk memilih "Rumah Kita". Ada ribuan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang akan menentukan pemimpin baru Muna.
Selisih satu suara saja, menang. Jalanan menuju Kada begitu berlubang dan berliku.
Alam demokrasi menciptakan konflik sosial. DI media sosial, adu argumen masing-masing pendukung tak bisa dielakkan. Bahkan, tak jarang penyesaiannya di dunia nyata layaknya "Anime One Piece".
Entah apa yang dirasakan gubernur dua periode sekarang ini. Di Muna, pasangan berakronim "Dokter Pilihanku" tidak begitu mudah menyisihkan rivalnya. Pasangan nomor tiga itu harus kembali memutar otak, meramu strategi agar mendulang suara terbanyak.
Tapi pasangan "Rumah Kita" tidak akan tinggal diam. Apalagi Ketua Golkar Sultra, Ridwan Bae berbalik arah. Partai berlambang pohon beringin itu memang mendukung "Dokter Pilihanku". Tapi langkah politik Ridwan memang selalu mengejutkan. Kepada surat kabar, anggota DPR RI itu angkat "bendera perang" melawan partainya sendiri.
Ia eks bupati Muna dua periode, tentu masih memiliki masa yang dapat diarahkan untuk memilih "Rumah Kita". Ada ribuan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang akan menentukan pemimpin baru Muna.
Selisih satu suara saja, menang. Jalanan menuju Kada begitu berlubang dan berliku.
Alam demokrasi menciptakan konflik sosial. DI media sosial, adu argumen masing-masing pendukung tak bisa dielakkan. Bahkan, tak jarang penyesaiannya di dunia nyata layaknya "Anime One Piece".
11.05.00
active.com



0 komentar:
Posting Komentar