Tirawuta, Active-Kegiatan pelatihan Kakao yang diadakan oleh Dinas Perkebunan dan Holtikultura Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) Sulawesi Tenggara (Sultra) menghabiskan dana sebesar Rp. 150 juta. Dimana dana kegiatan pelatihan bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2016.
Tetapi sayangnya, lagi-lagi dana kegiatan pelatihan tersebut, masih saja dilakukan penyunatan dengan cara merubah Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang sudah ada, digantikan dengan RAB yang baru oleh oknum yang tak bertanggung jawab.
Menurut salah satu staf Disbun Koltim yang berinisial BY mengatakan anggaran pelatihan kakao sebesar Rp. 150 juta, yang terbagi 6 kelas. Dimana masing-masing kelas mendapat dana pelatihan sebesar Rp. 25 Juta, tetapi hal tersebut tidak sesuai yang seharusnya disalurkan kepada masing-masing ketua panitia.
"Seharusnya dalam setiap kelas itu anggaranya Rp. 25 juta, tetapi hal tersebut malah dimanipulasi oleh PJ kepala Bidang menjadi Rp. 13 juta saja. Manipulasi yang mereka lakukan dengan cara mengganti RAB yang baru," ungkap BY kepada awak media Active.com Jumat (10/6/2016).
Tak hanya itu saja, lanjutnya, masih banyak masalah yang terjadi di Dinas Perkebunan ini, diantaranya pembayaran Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) itu juga disunat. Kata dia, pembayaran SPPD tidak full dibayar dipotong lagi berapa kali perjalanan.
"Seharusnya pembayaran perjalanan dinas kami full dibayarkan, tetapi ini tidak, kalau 6 kali kami lakukan perjalanan dinas keluar daerah atau kota, itu hanya 3 kali saja yang dibayar, alasanya anggaran habis, padahal kami sudah disuru tanda tangan memang sebelum ada uangnya," jelasnya lagi.
Sementara itu Pelaksana kepala Bidang Abdul Jamal menjelaskan bahwa dana kegiatan pelatihan sebanyak Rp. 25 juta itu dalam perkelasnya telah sesuai dan tidak benar jika ada yang melaporkan hanya Rp. 13 juta. Justru kata dia, anggaran Rp.25 juta itu sudah masuk semua keperluan kegiatan, salah satunya termaksud pembelian alat ATK, pembelian baju peserta, pembelian uang makan minum, termaksud honor pemandu kegiatan pelatihan.
"Sudah pas itu anggaranya 25 juta, semua kelas sudah ada pos-pos anggaranya," jelasnya. (Ovhin)
02.06.00
active.com



0 komentar:
Posting Komentar