Konawe,
Active_ Maraknya Ilegaloging di Desa Anggoro Kec Abuki Konawe, membuat sejumlah
warga protes
akan
persoalan tersebut. pasalnya, bendungan yang mengairi Irigasi persawahan
dibeberapa desa di Kecamatan Abuki
ini, sudah
mulai dikikis secara perlahan oleh Kayu bantalan milik pengusaha kayu. Belum
diketahui kayu bantalan
tak bertuan
tersebut akan dibawah kemana. Namun sejumlah warga hanya bisa diam saat
menyaksikan puluhan bantalan yangdiangsur
disetiap harinya.
Berdasarkan
hasil pantauan di lapangan, Puluhan kayu bantalan jenis kayu hitam dan rimba
campuran menutupi sungai
yang ada
dibendungan tersebut. Terlihat juga pemuda sedang menyelam kedasar sungai
bendungan, guna mengangkatsejumlah
kayu yang tenggelam.
''kami
melihat ada beberapa orang warga yang sedang mengangkut kayu, sepertinya kayu
tersebut berjenis kayu hitam. sebab,
hanya kayu
hitam yang tenggelam kedasar sungai, sedangkan kayu rimba campuran lainya hanya
terapung kebibir sungai,''kata Andri
Ketua
Investigasi DPP Sultra LSM Lidik Krimsus RI itu, mengatakan belakangan ini,
pengusaha kayu seringkali
mengatas
namakan masyarakat.'' katanya kayu tersebut milik masyarakat setempat. padahal,
berdasarkan investigasi kami
di lapangan
satu orang pun warga disekitar tidak melakukan penebangan atau perambahan
hutan,''ungkapnya.
lebih lanjut
Andri, belakangan kami ketahui kayu tersebut yang diambil dalam hutan tersebut
akan di tampung ke TPK yang kemudiandikirim ke
Makasar.''katanya.
Sementara
itu akibat pembiaran aktifitas ilegaloging tersebut, dapat mengakibatkan
longsor dan banjir sebab, melihat sejumlahkayu yang
ditampung berada dalam daerah aliran sungai. selain itu, sejumlah jalan juga
ikut rusak akibat truk yang mengangkut kayu olahan
''saya
berharap pihak Polhut, untuk turun langsung kelapangan meninjau ke lokasi
tersebut, sebelum bendungan Anggoro rusak parahakibat kayu
ilegal tersebut.(Mursalim)
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Berbagi ke Facebook
0 komentar:
Posting Komentar