Tirawuta, dot com. Jangan ngaku orang timur kalo belum merasakan nikmatnya makan makanan khas orang timur. Berbeda nama namun rasa semua sama. Sedikit yang membedakan dimasing masing daerah yang mengkonsumsi sagu, jika kita menengok di papua sana mereka menyebut papeda. Bagi warga papua papeda adalah makanan khas mereka yang dibuat dari sagu.
Sedangkan di makassar mereka menyebutnya kapurung. Kapurung adalah salah satu makanan khas tradisional di Sulawesi Selatan, khususnya masyarakat daerah Luwu Makanan ini sama sama berbahan dasar dari sagu.
Nah, bagaimana dengan sulawesi tenggara. Dari beberapa makanan khas sultra, hanya sinonggi yang merupakan salah satu makanan pokok warga tolaki. Sinonggi ini merupakan makanan khas suku Tolaki dari Sulawesi Tenggara yang juga terbuat dari pati sari sagu. Suku Tolaki ini mempunyai tradisi menyantap sinonggi bersama-sama yang disebut mosonggi. Bagi Suku Tolaki, sinonggi adalah makanan pokok yang sekarang telah mengalami pergeseran makna dan bersaing dengan nasi.
Lantas, bagaimana dengan budidaya tanaman sagu di beberapa daerah khususnya Koltim, yang hingga saat ini pihak Pemerintah tidak pernah membudidayakan nya. Padahal potensi sagu sangat luar biasa apabila dikembangkan secara optimal.
Namun, Sayangnya, masih belum banyak industri yang tertarik untuk mengolah sagu karena mereka melihat didaerah tersebut sagu tidak dibudidayakan, sehingga bahan pangan ini dianggap kalah kelas dibandingkan bahan pangan lain seperti beras. Meskipun sagu selama ini selalu dianggap sebagai bahan pangan inferior, dan juga bahan pangan dengan indeks glikemik rendah sehingga aman dikonsumsi oleh penderita diabetes.
Karena memiliki indeks glikemik rendah, sagu cepat mengenyangkan dan tahan lama tapi tidak menyebabkan kegemukan.
Akan tetapi, sagu di Koltim mulai pupus diakibatkan kuraanya budidaya dibeberapa tempat di Koltim.
H. Candra, salah seorang pengusaha industri sagu di lalolae mengatakan, bisa jadi lima tahun mendatang sagu di Koltim punah akibat tidak dibudidayakan pemerintah.
"Jika pemerintah tidak melakukan tindakan secepatnya, saya yakin sagu di Koltim akan pupus,"kata dia.
Menurutnya, pemerintah tidak pernah menyadari jika sebentar lagi salah satu makanan pokok orang sultra akan hilang akibat tidak ada perhatian untuk tanaman seperti sagu.
"Saya harap secepatnya, pemerintah bertindak untuk mengantisipasi pupusnya sinonggi di Koltim,"harapnya. (Dekri)
11.44.00
active.com




0 komentar:
Posting Komentar