![]() |
| Rahmadan |
Mulutmu harimaumu. Maaf dan damai. Kata itu telah diutarakan Komisioner Kapeka, Saut S kepada Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Kapeka telah mengajak lembaga hijau hitam berdamai pasca reaksi datang dari seantero nusantara terkait pernyataan kurang etis dari petinggi Kapeka.
Namun "Hijau Hitam" enggan berdamai. Mereka memilih membawa persoalan tersebut ke ranah hukum. Kapeka buyar. Permohonan damai lembaga anti rasuah ditolak.
Tudingan Saut soal kader LK 1 HMI yang menjadi pejabat negara akan
melakukan korupsi menjadi bumerang. Generalisir itu membakar amarah
kelompok Hijau Hitam di seluruh nusantara. Semuanya memanas, unjuk rasa
dengan tuntutan yang serupa yakni pidanakan Saut.
Maaf harus diterima. Tapi tidak untuk proses hukum. Begitu mungkin keinginan HMI. Permohonan maaf dengan mudah diutarakan setelah kurang cermatnya seorang penegak hukum mengeluarkan pernyataan tak sedap. Bila dimaafkan, tidak menutup kemungkinan hal yang sama akan kembali terjadi. Sebab hanya dengan kata maaf semua persoalan berakhir.
Entah apa yang terjadi di negri ini. Semua sibuk saling menyalahkan. Siapa salah dan siapa yang benar masih terus diperdebatkan. Negri ini selalu saja mempertontonkan hal-hal aneh.
Bila Saut ditetapkan sebagai tersangka. Maka dia harus mengundurkan diri dari jabatannya karena melanggar kode etik. Bila demikian, maka akan ada yang senang dan sedih. Akan ada yang memanfaatkan persoalan ini.
Saya hanya terus menyimak kekonyolan para negarawan. Skenario membidik Kapeka telah lama digaungkan. Mulai dari penetapan tersangka dua petinggi Kapeka sampai pada upaya melemahkan Kapeka dengan mamangkas kewenanganya dengan merevisi pasal demi pasal dalam undang-undang.
Kini datang lagi dari HMI. Semoga reaksi Hijau Hitam benar-benar datang karena pernyataan konyol Saut. Benar-benar marah karena telah dicedrai, bukan karena memuluskan kepentingan orang-orang yang akan mengambil kesempatan. Karena mungkin saja mereka sedang tertawa menonton kejadian ini.
HMI kini marah besar. Almamaternya dianggap pencetus kader calon koruptor. Saut mungkin tak menyangka pernyataanya akan menyebabkan kegaduhan. Dia pun mulai digoyang. Entah apa yang akan terjadi pada Saut. Kapeka Vs HMI ?
Maaf harus diterima. Tapi tidak untuk proses hukum. Begitu mungkin keinginan HMI. Permohonan maaf dengan mudah diutarakan setelah kurang cermatnya seorang penegak hukum mengeluarkan pernyataan tak sedap. Bila dimaafkan, tidak menutup kemungkinan hal yang sama akan kembali terjadi. Sebab hanya dengan kata maaf semua persoalan berakhir.
Entah apa yang terjadi di negri ini. Semua sibuk saling menyalahkan. Siapa salah dan siapa yang benar masih terus diperdebatkan. Negri ini selalu saja mempertontonkan hal-hal aneh.
Bila Saut ditetapkan sebagai tersangka. Maka dia harus mengundurkan diri dari jabatannya karena melanggar kode etik. Bila demikian, maka akan ada yang senang dan sedih. Akan ada yang memanfaatkan persoalan ini.
Saya hanya terus menyimak kekonyolan para negarawan. Skenario membidik Kapeka telah lama digaungkan. Mulai dari penetapan tersangka dua petinggi Kapeka sampai pada upaya melemahkan Kapeka dengan mamangkas kewenanganya dengan merevisi pasal demi pasal dalam undang-undang.
Kini datang lagi dari HMI. Semoga reaksi Hijau Hitam benar-benar datang karena pernyataan konyol Saut. Benar-benar marah karena telah dicedrai, bukan karena memuluskan kepentingan orang-orang yang akan mengambil kesempatan. Karena mungkin saja mereka sedang tertawa menonton kejadian ini.
HMI kini marah besar. Almamaternya dianggap pencetus kader calon koruptor. Saut mungkin tak menyangka pernyataanya akan menyebabkan kegaduhan. Dia pun mulai digoyang. Entah apa yang akan terjadi pada Saut. Kapeka Vs HMI ?
05.17.00
active.com




0 komentar:
Posting Komentar